Pila 3. Kecukupan Proses Manajemen Risiko

Ketika terjadi nasabah gagal bayar atau default, sering yang menjadi sorotan adalah lemahnya pemantauan (monitoring). Padahal, tidak ada satu teknik monitoring apapun yang handal, karena adanya perbedaan jarak informasi atau assymetric information antara Bank dengan debitur.

Kunjungan rutin, telepon teratur, monitoring pemenuhan perjanjian kredit (credit covenant) dan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam suatu teknik terformat standar, tidak mencukupi untuk mencegah datangnya kredit bermasalah (non performing loan). Bank harus memperkuat kecukupan proses manajemen risiko yang lain yaitu proses identifikasi.

Proses identifikasi merupakan bagian paling penting atau crucial. Ibarat makan, jika salah makan dan minum, bisa jadi  timbul masalah seperti sakit perut, kolesterol naik, asam urat naik, gula naik, dan lain-lain.

Proses identifikasi calon debitur yang tidak komprehensif hanya akan menimbulkan masalah. Harus disiplin menerapkan seluruh kebijakan dan prosedur demi memaksimalkan kemampuan identifikasi. Harus dihindari jalan pintas atau walk through demi memasukkan suatu calon debitur ke dalam daftar calon atau pipeline. 

Ingat, tidak ada jalan mudah mengeluarkan makanan kalau sudah ditelan. Demikian pula debitur tidak berkualitas yang masuk kedalam daftar debitur, sangat tidak mudah mengeluarkannya. Terlebih bila analis dan pejabat pemutusnya ada yang tidak mematuhi pakta integritas. 

Jika kejadian, jelas akan menyandera para analis dan pejabat lembaga keuangan untuk mengambil langkah penyelematan. Tidak heran bila direksi lembaga keuangan akan men-down grade atau memberikan sanksi kepada mereka yang tidak mematuhi pakta integritas.

Debitur yang bermasalah jelas menjadi benalu yang menggerogoti margin dan meningkatkan beban operasional lembaga keuangan.

Nasi sudah jadi tajin, iyya bila agunan mencukupi. Dalam prakteknya, agunan yang mempunyai tingkat pemulihan (recovery rate) yang baik hanya tanah dan bangunan. Persediaan dan piutang mudah diakali alias diraibkan oleh debitur nakal. 


No comments:

Post a Comment